Jumat, 22 Mei 2009

Quality Time

Wah curang nih si cerita sedih, mentang2 dapet ijin untuk eksis, dia jadi nampang mulu di beberapa postingan terakhir. heheh.. Kali ini kita ga usah sedih2an lagi deh, tapi jangan juga terlalu senag agar tak jadi besar kepala nantinya.

Ternyata bulan ini banyak sekali cerita, tapi maaf untuk tidak men-share semuanya disini. Yang pasti sepertinya kami butuh Quality Time buat diri kita sendiri. Setelah memutuskan untuk melepaskan masa lajangnya, ups salah, melepaskan masa kerja kantorannya, dia berencana akan pergi sejenak ke Jogja-Bali. Sementara aku yang tidak bisa lepas dari cengkraman Jakarta, akan punya acara sendiri bersama teman-temanku.

Sometimes, even lover need takes time to their own.

Trimakasih sangat untuk keluarga dan sahabat yang selalu ada. Angkat topi untuk kalian semua

Minggu, 17 Mei 2009

Dan Akhirnya

Dan akhirnya hujanpun turun juga.
Langit lelah untuk menampung air di awannya.

Jalanan kita sedang banyak persimpangannya.
Ga jarang kita memilih persimpangan yang berbeda.

Apakah kita akan bertemu lagi di ujung jalan?
Atau asik menikmati perjalanan masing2?

Only God Know

Senin, 20 April 2009

Lagi Aneh

Hi Reader...

Ada yang lagi ngambek ni sama kita berdua. Si cerita sedih. Dia bilang dia iri karena selalu Si cerita Bahagia yang di tulis di blog ini. Si cerita sedih pengen eksis juga rupanya. heheh

Yah, akhir2 ini kami lagi aneh. Ada saja hal2 yang menebabkan kita berselisih. Dia dan aku, dua orang yang berbeda, dibesarkan oleh lingkungan yang berbeda pula, jadi berselisih itu wajar.

Kadang, ada hal aneh yang aku rasain ketika kita berselisih. Ada rasa kangen yang aneh saat kita bertengkar. Ada sebagian diri ini yang ingin memeluknya, dan bukan berbalas-balasan sms pembelaan diri.

Yah..kami sedang diuji..

Sabtu, 11 April 2009

Di Jelang Pagi

Lelah menggantung rendah

Ditemani temaram lampu jalan di ujung malam

Jengah, marah, hingga pasrah

Memercik, berdebam, berdentam-dentam


Hampa rasa melayang pergi

Buai jiwa di bayang pagi


Tuhan, ijinkan aku tidur

Setelah usai bertafakur

Senin, 30 Maret 2009

Pinangan

Kala kita lihat
Sepasang merpati
Terbang bebas lepas
Tepat di hadapan
Lalu kaubertanya
Kapan kita bagai mereka
Terbang lepas bebas....
Lepas bebas ke ujung dunia
Dan kubertanya
Maukah kau terima
Pinangan tanpa
Sisa cinta yang lain
Rona bahagia
Terpancar dari anggukan
Saat kupasangkan....
Pasang cincin di jemari

Tak Sebebas Merpati - Kahitna


Semuanya serba mendadak. Saat tiba2 Ayahnya memutuskan untuk loong weekend kali ini sekalaian meminangku. Kaget tapi seneng. Aku langsung mengabari orang tuaku, mereka pun kaget dibuatnya. Ya sudahlah, dengan meminta bantuan tetangga-tetangga terdekat dan memohon restu keluarga dan sahabat ahkirnya Sabtu, tanggal 28 Maret 2009 dia resmi meminangku.

Tak ada cincin seperti lagu diatas, karena ini bukan lamaran, tapi pinangan. Bukan untuk 'mengikat' tapi untuk menanyakan keseriusan kami berdua.

Alhamdulillah semua berjalan lancar, walau Ayahku sempat kehabisan kata-kata. Aku tau Ayahku gugup, aku tau dia senang tapi dia tak berhasil menyembunyikan rasa cemburunya dihadapanku. Aku sayang Ayahku, sangat. Dan dia pun demikian. Dia hanya ingin pria yang melamarku bisa bertanggung jawab untuk keluarga kelak...

Semoga kau tak mengecewakan Ayahku, Dear...

Jumat, 13 Maret 2009

Cerita Jum'at Pagi

Hari ini, seperti kebiasaan 2 bulan belakangan ini, kami berangkat bareng ke kantor. Dia mengantarku terlebih dahulu, untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju kantornya di daerah Jakarta Pusat. Ga ada yang cukup istimewa pagi itu, kecuali aku yang harus membuat sarapan cepat2 karena dia berangkat lebih awal. Padahal tadi malam, dia pulang larut, dan mungkin malam ini giliranku yang pulang malam. Gapapa ya Dear, demi balkon kita nanti. hihihih...(padahal aku yang suka protes kl dia pulang malem).

Akhir2 ini kami berdua sedang dihadang oleh kerjaan yang menumpuk banyak, dan tak jarang ini menimbulkan ketidakcocokan pemikiran diantara kami. Tapi aku bersyukur karena kami hampir selalu bisa untuk membicarakan dengan tenang dan kembali saling membarikan senyum di pagi harinya.

Memakai mobil pinjeman dari bapaknya, yang kebetulan sedang tugas di luar kota, n karena motornya juga lagi bocor ban, kami berdua melewati jalan yang sama sambil mengobrol tentang kerjaan n sesekali bercanda. Dia bercerita bahwa dia sedang disibukkan oleh pitching pertamina yang katanya berbugdet lumayan besar. Kemudian aku bertanya padanya,

" Dear, apakah kamu akan sombong kl kamu jadi kaya?"
dia jawab,
" Ngga, kan ada kamu yang selalu ingetin aku, Ingatkan aku ya kl aku mulai sombong"

Aku pun terkekeh, senang sekaligus lucu mendengarnya. Senang karena dia meminta padaku untuk selalu mengingatkannya. Lucu karena aku berpikir apakah aku bisa untuk tidak sombong jika suatu saat nanti kami berdua bisa meraih apa yang kami inginkan. Dan dia sepertinya memahami ketawaku, hingga kemudian dia bilang,

"yang pentingkan kaya hati. Iya kan?"

Aku hanya tersenyum sambil melihatnya sekilas. Ya, aku membenarkannya.
Maka, begitu sampai di depan mejaku, aku menyalakan komputerku dan menulis blog ini. Berharap tulisan dipagi ini bisa jadi cerminan untuk kami berdua,n siapapun yang membacanya, di suatu hari nanti.

Kawan, ingatkan kami jika kami mulai sombong
Dear, ingatkan aku jika aku mulai sombong
Aku pun berharap semoga aku bisa sadar untuk mengingatkanmu jika kau mulai sombong.

Kaya hati ya...:)

Jumat, 20 Februari 2009

Setaunan (HaPLesTiga)

Yup, 17 Februari yang lalu aku dan dia menggenapi satu tahun perjalanan kebersamaan, semenjak kami menyatakan untuk saling sayang. Banyak sudah yang kami berdua dapat selama satu tahun terakhir ini. Ditemani oleh berlembar-lembar tiket nonton di bioskop, karcis busway, berjejer kaset2 dvd, sampai bersiung-siung bawang merah yang aku iris hampir tiap pagi (ini membuatku menangis dan tersenyum, sama seperti rangkaian cerita di hidup kami).

Banyak kebahagiaan yang aku rasakan selama ini. Tapi tak jarang pula cobaan dan ujian menghampiri, yang kadang membuatku marah, sedih, kecewa, dan bertanya-tanya apa maunya Tuhan. Harus sabar dan berharap kami berdua bisa ngelewatinnya dengan baik.

Pagi ini, hari ketiga setelah aku menunggu dia untuk mengisi halaman ini, tapi kurasa dia tak sempat. Tanggung jawabnya hampir menyita waktu dan ingatannya (semoga dia tidak lupa datang dihari pernikahannya :p). Lagi-lagi kami berdua musti sabar dan sabar dan sadar. Sabar untukku agar lebih mengerti dan memahaminya. Sabar untuknya agar bisa tetep adil buat cita, cinta, dan cerita.

Dan sekarang aku ingin berterima kasih sama Tuhan, karena masih dikasih waktu bersamanya, masih bisa ngerasain sayangnya, masih bisa ngambek-ngambekkan biar kami lebih saling mengenali lagi, masih bisa belajar bareng, masih bisa berdebat biar kami tetep saling menghargai. Semoga akan lebih banyak lagi kebahagiaan2 yang Tuhan mau kasih ke kami berdua, dan orang2 yang kami sayang.

Happy (belated) Anniversary, Dear...