Selasa, 08 Desember 2009

Hari esok bernama 2 bulan

Sudah lama tidak mengetik tulisan di blog kecil ini, setelah banyak hal terjadi.

Yang dulu single atau sendiri
Yang dulu tidur dan mandiri sendiri
Yang dulu makan sepiring sendiri
Yang dulu nonton sendiri
Yang dulu pergi sendiri-sendiri

kini tidak lagi....

Sekarang hampir semuanya dilakukan berdua (kecuali mau pup atau pipis loh yah.hehehehe).
Waktu emang selalu egois, dia nggak akan mau nunggu kita sebentar barang 1/2 mili detik pun.
Kalau udah ketinggalan kita juga udah nggak bisa ngejar dia lagi.

Tapi waktu yang katanya berputar 24 jam itu juga baik, dia suka ngingetin kita bahwa pentingnya tiap malam "koreksi diri" sebelum tidur, bahwa penting masa lalu yang bikin masa depan kita lebih jelas dan nggak blur lagi. Dan waktu (beserta Tuhan) udah baik mau ngijinin yang dulu sendiri kini selalu berdua dan akhirnya yang bikin orang-orang bilang muka kita berdua sama.hehehe

Sama bukan berarti mirip kan..sama bisa bikin orang malah bilang, masa?!! dua buah kata yang berkaitan..Jadi klo ada orang yang bilang kamu mirip, berarti yang satu bernama sama, dan yang satunya lagi bernama masa.pilih mana hayoo?!hehehehe

Dari yang bisa dikerjakan sendiri kini mulai "membelah diri" dengn pembagian tiap hari.lucu sih..tapi dari situ berasa banget dua-duanya menekan ego, siapa yang harus, siapa yang nggak..walau seringnya si chay yang masak :D

Jadi inget klo diluar negri, ada peristiwa 9/11 yang terkenal itu. Dimana banyak orang bergelimpangan dengan darah yang bercak dimana-mana, dan Indonesia kayaknya nggak mau kalah dengan hari esok yang jatuh 9/12 yang katanya akan ada demo besar2an . Cuma beda bulan doank...

Bagi kami berdua, hari esok akan sangat disyukuri karena dengan begitu tepat sudah 62 hari kita bersama-sama. Bukan sebagai sepasang kekasih yang berstatus pacaran melainkan kekasih yang sudah disidang dihadapan Tuhan dan keluarga.

Hadiah esok tidaklah hanya berupa kebaikan tapi juga dihiasi dengan doa, harapan dan kasih sayang yang berlimpah..

Terima kasih kekasih cintaku...

Senin, 05 Oktober 2009

..and you are invited...

Dua bulan terakhir ini kami disibukkan untuk menyiapkan banyak hal.
Trimakasih kepada Tuhan atas hati dan petunjuknya
Trimakasih kepada teman-teman atas cerita dan pandangannya
Trimakasih kepada sang Mars untuk banyak hal yang tak ternilai.

Dan inilah hasil dari penggabungan semua itu....

Kamis, 02 Juli 2009

Now I'm Speechless

Selasa, 23 Juni 2009

Trimakasih....

Trimakasih atas jalinan kata-kata

Sabtu, 20 Juni 2009

Mars And Venus

I know so different we are.
We hear different music, and eat food with the opposite sense.
as an introvert who met with Extrovert.
as a desert and sea
As the heavens and the earth
As a Mars and Venus ...

thanks to the earth ..
What makes balanced

Because there will always be a line that connects the firmament
There is always an oasis amid the fields
there's always sand in the bottom of the sea and the beach

Thank you for the flesh between my vegetables
Thank you for the jazz between my rock

Thank you love, because of you we here

Rabu, 10 Juni 2009

Harga Yang Mahal Untuk Sebuah Kejujuran

Melewati beberapa masa untuk sebuah pembelajaran berharga, makin memantapkan hati kami.

Mendengar...

Membuka hati...

Menelaah...

Melihat dari sudut pandang yang berbada..

Memahami...

hingga kemudian bisa

Menerima...


Belajar untuk memahami dan menerima segala kekurangan satu sama lain akan membuat kita lebih mudah memahami setiap kondisi dan peristiwa. Hingga nanti kelebihan2nya akan jadi kejutan-kejutan menyenangkan.

Akan menjadi PR aku dan dia kedepannya untuk belajar jujur pada diri sendiri, agar orang lain dapat benar2 melihat kita yang sebenarnya. Jadi, seseorang akan bisa memutuskan secepatnya apakah pasangannya itu bisa dijadikannya tempat berbagi atau hanya teman sekilas lalu, atau justru menjadi rivalnya....

Ternyata kejujuran itu memang mahal harganya. Tidak semua orang punya jiwa pemberani untuk jujur, dan tidak semua orang punya jiwa ksatria untuk memaafkan...

Kini, aku merasa lebih tenang berjalan bersamanya. Kami sudah melewati beberapa tikungan yang berbeda, namun kita masih bisa bertemu disuatu ujung persimpangan yang sama.

Trimakasih Tuhan, trimakasih cinta...

Jumat, 05 Juni 2009

He's Back...

He really back.
Back from Bali, and back to his common life.
Glad to know that.

He is my dear that i knew before...

Welcome back Dear...


Bener kata syair lagu itu, Badai pasti berlalu. Ujan udah berganti musim, badai pu udah reda. Kini tanah makin subur dan tanaman2 diatas tanah ini tumbuh makin sehat.

Senang sekali melihatnya bisa tertawa lagi.

Senin, 25 Mei 2009

When all the tears have dried



I trusted every morning sun that taught me how to rise
To stretch beyond the darkest nights and reach the open skies
Perhaps I shouldn't trust so much,
Should learn to close my eyes.
The sun still sets on wooden bars
The bird that never flies.

But if I turn away from what I've started
Then will I always wish that I had tried
By breaking free will I be broken-hearted
What will I see when all the tears have dried.

I know how much it means to him,
It means the same to me.
But if I keep him from his dreams,
What will the ending be?
Perhaps it's time to step aside and lose my only chance
It's always men who play the tune
while girls can only dance.

But if I turn away from what I've started
Then will I always wish that I had tried
By breaking free will I be broken-hearted
What will I see when all the tears have dried.

Is this the price i have to pay for winning
I never thought that i could hurt his pride
This shouldn't be an end but my beginning
What will i see when all the tears have dried

But if I turn away from what I've started
Then will I always wish that I had tried
By breaking free will I be broken-hearted
What will I see when all the tears have dried

Jumat, 22 Mei 2009

Quality Time

Wah curang nih si cerita sedih, mentang2 dapet ijin untuk eksis, dia jadi nampang mulu di beberapa postingan terakhir. heheh.. Kali ini kita ga usah sedih2an lagi deh, tapi jangan juga terlalu senag agar tak jadi besar kepala nantinya.

Ternyata bulan ini banyak sekali cerita, tapi maaf untuk tidak men-share semuanya disini. Yang pasti sepertinya kami butuh Quality Time buat diri kita sendiri. Setelah memutuskan untuk melepaskan masa lajangnya, ups salah, melepaskan masa kerja kantorannya, dia berencana akan pergi sejenak ke Jogja-Bali. Sementara aku yang tidak bisa lepas dari cengkraman Jakarta, akan punya acara sendiri bersama teman-temanku.

Sometimes, even lover need takes time to their own.

Trimakasih sangat untuk keluarga dan sahabat yang selalu ada. Angkat topi untuk kalian semua

Minggu, 17 Mei 2009

Dan Akhirnya

Dan akhirnya hujanpun turun juga.
Langit lelah untuk menampung air di awannya.

Jalanan kita sedang banyak persimpangannya.
Ga jarang kita memilih persimpangan yang berbeda.

Apakah kita akan bertemu lagi di ujung jalan?
Atau asik menikmati perjalanan masing2?

Only God Know

Senin, 20 April 2009

Lagi Aneh

Hi Reader...

Ada yang lagi ngambek ni sama kita berdua. Si cerita sedih. Dia bilang dia iri karena selalu Si cerita Bahagia yang di tulis di blog ini. Si cerita sedih pengen eksis juga rupanya. heheh

Yah, akhir2 ini kami lagi aneh. Ada saja hal2 yang menebabkan kita berselisih. Dia dan aku, dua orang yang berbeda, dibesarkan oleh lingkungan yang berbeda pula, jadi berselisih itu wajar.

Kadang, ada hal aneh yang aku rasain ketika kita berselisih. Ada rasa kangen yang aneh saat kita bertengkar. Ada sebagian diri ini yang ingin memeluknya, dan bukan berbalas-balasan sms pembelaan diri.

Yah..kami sedang diuji..

Sabtu, 11 April 2009

Di Jelang Pagi

Lelah menggantung rendah

Ditemani temaram lampu jalan di ujung malam

Jengah, marah, hingga pasrah

Memercik, berdebam, berdentam-dentam


Hampa rasa melayang pergi

Buai jiwa di bayang pagi


Tuhan, ijinkan aku tidur

Setelah usai bertafakur

Senin, 30 Maret 2009

Pinangan

Kala kita lihat
Sepasang merpati
Terbang bebas lepas
Tepat di hadapan
Lalu kaubertanya
Kapan kita bagai mereka
Terbang lepas bebas....
Lepas bebas ke ujung dunia
Dan kubertanya
Maukah kau terima
Pinangan tanpa
Sisa cinta yang lain
Rona bahagia
Terpancar dari anggukan
Saat kupasangkan....
Pasang cincin di jemari

Tak Sebebas Merpati - Kahitna


Semuanya serba mendadak. Saat tiba2 Ayahnya memutuskan untuk loong weekend kali ini sekalaian meminangku. Kaget tapi seneng. Aku langsung mengabari orang tuaku, mereka pun kaget dibuatnya. Ya sudahlah, dengan meminta bantuan tetangga-tetangga terdekat dan memohon restu keluarga dan sahabat ahkirnya Sabtu, tanggal 28 Maret 2009 dia resmi meminangku.

Tak ada cincin seperti lagu diatas, karena ini bukan lamaran, tapi pinangan. Bukan untuk 'mengikat' tapi untuk menanyakan keseriusan kami berdua.

Alhamdulillah semua berjalan lancar, walau Ayahku sempat kehabisan kata-kata. Aku tau Ayahku gugup, aku tau dia senang tapi dia tak berhasil menyembunyikan rasa cemburunya dihadapanku. Aku sayang Ayahku, sangat. Dan dia pun demikian. Dia hanya ingin pria yang melamarku bisa bertanggung jawab untuk keluarga kelak...

Semoga kau tak mengecewakan Ayahku, Dear...

Jumat, 13 Maret 2009

Cerita Jum'at Pagi

Hari ini, seperti kebiasaan 2 bulan belakangan ini, kami berangkat bareng ke kantor. Dia mengantarku terlebih dahulu, untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju kantornya di daerah Jakarta Pusat. Ga ada yang cukup istimewa pagi itu, kecuali aku yang harus membuat sarapan cepat2 karena dia berangkat lebih awal. Padahal tadi malam, dia pulang larut, dan mungkin malam ini giliranku yang pulang malam. Gapapa ya Dear, demi balkon kita nanti. hihihih...(padahal aku yang suka protes kl dia pulang malem).

Akhir2 ini kami berdua sedang dihadang oleh kerjaan yang menumpuk banyak, dan tak jarang ini menimbulkan ketidakcocokan pemikiran diantara kami. Tapi aku bersyukur karena kami hampir selalu bisa untuk membicarakan dengan tenang dan kembali saling membarikan senyum di pagi harinya.

Memakai mobil pinjeman dari bapaknya, yang kebetulan sedang tugas di luar kota, n karena motornya juga lagi bocor ban, kami berdua melewati jalan yang sama sambil mengobrol tentang kerjaan n sesekali bercanda. Dia bercerita bahwa dia sedang disibukkan oleh pitching pertamina yang katanya berbugdet lumayan besar. Kemudian aku bertanya padanya,

" Dear, apakah kamu akan sombong kl kamu jadi kaya?"
dia jawab,
" Ngga, kan ada kamu yang selalu ingetin aku, Ingatkan aku ya kl aku mulai sombong"

Aku pun terkekeh, senang sekaligus lucu mendengarnya. Senang karena dia meminta padaku untuk selalu mengingatkannya. Lucu karena aku berpikir apakah aku bisa untuk tidak sombong jika suatu saat nanti kami berdua bisa meraih apa yang kami inginkan. Dan dia sepertinya memahami ketawaku, hingga kemudian dia bilang,

"yang pentingkan kaya hati. Iya kan?"

Aku hanya tersenyum sambil melihatnya sekilas. Ya, aku membenarkannya.
Maka, begitu sampai di depan mejaku, aku menyalakan komputerku dan menulis blog ini. Berharap tulisan dipagi ini bisa jadi cerminan untuk kami berdua,n siapapun yang membacanya, di suatu hari nanti.

Kawan, ingatkan kami jika kami mulai sombong
Dear, ingatkan aku jika aku mulai sombong
Aku pun berharap semoga aku bisa sadar untuk mengingatkanmu jika kau mulai sombong.

Kaya hati ya...:)

Jumat, 20 Februari 2009

Setaunan (HaPLesTiga)

Yup, 17 Februari yang lalu aku dan dia menggenapi satu tahun perjalanan kebersamaan, semenjak kami menyatakan untuk saling sayang. Banyak sudah yang kami berdua dapat selama satu tahun terakhir ini. Ditemani oleh berlembar-lembar tiket nonton di bioskop, karcis busway, berjejer kaset2 dvd, sampai bersiung-siung bawang merah yang aku iris hampir tiap pagi (ini membuatku menangis dan tersenyum, sama seperti rangkaian cerita di hidup kami).

Banyak kebahagiaan yang aku rasakan selama ini. Tapi tak jarang pula cobaan dan ujian menghampiri, yang kadang membuatku marah, sedih, kecewa, dan bertanya-tanya apa maunya Tuhan. Harus sabar dan berharap kami berdua bisa ngelewatinnya dengan baik.

Pagi ini, hari ketiga setelah aku menunggu dia untuk mengisi halaman ini, tapi kurasa dia tak sempat. Tanggung jawabnya hampir menyita waktu dan ingatannya (semoga dia tidak lupa datang dihari pernikahannya :p). Lagi-lagi kami berdua musti sabar dan sabar dan sadar. Sabar untukku agar lebih mengerti dan memahaminya. Sabar untuknya agar bisa tetep adil buat cita, cinta, dan cerita.

Dan sekarang aku ingin berterima kasih sama Tuhan, karena masih dikasih waktu bersamanya, masih bisa ngerasain sayangnya, masih bisa ngambek-ngambekkan biar kami lebih saling mengenali lagi, masih bisa belajar bareng, masih bisa berdebat biar kami tetep saling menghargai. Semoga akan lebih banyak lagi kebahagiaan2 yang Tuhan mau kasih ke kami berdua, dan orang2 yang kami sayang.

Happy (belated) Anniversary, Dear...

Rabu, 17 Desember 2008

Cerita dan cinta

Sekarang giliranku untuk menambahkan halaman ini dengan banyak huruf.

Blog ini awalnya kita bikin karena alesan yang banyak. Karena kita berdua suka nulis. Karena kita punya banyak cerita. Karena ini seperti beranda “rumah” kita berdua, dan most of all karena kita pengen someday, saat mungkin kita lagi bosen, sedih dan marah, kita bisa liat “rumah” ini, buat ingetin ke kita bahwa kita seharusnya bisa lebih bahagia.

Suatu saat nanti kita pasti bakal punya rumah beneran dengan balkon yang bisa kita pake buat cerita-cerita. Yah, idup kita bedua emang banyak ceritanya. Berawal dari cerita jaman kuliah, bergulir ke cerita-cerita saat jadi “orang-orang cubicle” dan jika Tuhan mengijinkan cerita ini akan bersambung ke atas balkon kita itu, hingga kemudian suatu hari nanti cerita akan ditutup saat kita habis usia. Mungkin saat itu tiba, blog udah jauh lebih canggih kali ya.

Cerita yang terjadi nanti dan besok emang cuma Tuhan yang punya skenarionya, makanya aku belom akan ambil pusing dengan endingnya. Yang pasti sekarang aku menikmati tiap detik hidupku dideketnya. Mensyukuri dengan sangat masih bisa saling sayang, masih bisa ngerasain perhatian dia, cara dia melindungi, caranya menenangkan aku saat aku ngambek gara2 kenakalannya (heheh, sumtime), masih bisa ngegombalin dia (hahah, cewe penggombal), dan ucapan maaf dan terimakasihnya.

Terdengar indah ya. Yah itu seperti yang aku dengar dari seseorang diluar sana yang mengira cerita yang kita punya indaaahh semua. Ketemu, saling cocok, ketawa2, solat bareng, sarapan bareng, bla..bla..bla... hey guys, idup ga semudah yang kalian liat lho. Seperti yang udah dia tulis sebelomnya, cerita ini tetep ada paitnya, tetep ada sedihnya dan ada pengorbanan didalemnya. Tapi...

Aku..

Tak menyesal...

Tak menyesali waktu 2 tahun berlalu,
karena kita kini terus berjalan melaju.

Tak menyesali tiap tetes air mata yang tertumpah,
bila diperuntukkan kepada senyum yang terkembang tanpa lelah.

Tak menyesali cerita panjang bersama sahabat hingga pagi menjelang,
karena sekarang cerita akan makin terentang.

Tak menyesali tiap doa yang teruntai,
untuk keindahan yang kini tersemai.

Tak menyesali tak terlewatinya hari tanpa menyebut namanya,
karena kini disinilah dia berada.

Jadi matahari
Untuk kini, nanti dan esok hari.

Selasa, 09 Desember 2008

Pengorbanan

Hai sayang, udah lama kita nggak mem-posting blog kita ini.
Dan sudah hampir 1 tahun kita menjalani hidup bersama, dari tragedi hujan malam
Hingga pelukan hangat dalam busway.hehehe

Masih banyak yang harus kita kerjakan ya chay.PR-PR yang perlu dibenahi bersama.
Tapi dari itu semua, kita masih harus sama2 ingat klo yang kita lalui ini tak lebih tak bukan karena campur tangan sebuah pengorbanan.

Pengorbanan untuk menurunkan ego disaat salah satu kita lelah, entah itu karena masalah pekerjaan atau karena masalah diri kita sendiri (apalagi klo chay lagi PMS.hehehe)

Yang jauh lebih penting adalah pengorbanan untuk selalu menjadi yang lebih baik kedepannya. Pasti ada hal-hal yang perlu kita tanggalkan, perlu kita tinggalkan walau
kadang tampak manis.

Dari pengorbanan ini kita belajar bersama bahwa betapa indahnya rasa syukur, bahwa betapa indahnya sebuah cinta kasih tanpa kata TERLALU yang penuh belenggu memiliki (Hanya Tuhan yang pantas memiliki segalanya)

Pengorbanan ini sudah dan akan terus kita lalui bersama, dari mulai menabung, dari mulai berpuasa atau lembur cuma untuk hemat.hehehe. Sampai makan sepiring berdua.

Pengorbanan ini yang akan selalu terlekat di hati. Menjunjung tapi sekaligus merendahkan ego kita masing-masing, tujuan kita hanya satu. Hanya bersatu padu.
Memimpikan duduk di teras, dengan ditemanin secangkir kopi dan segelas teh hangat sambil memandang langit penuh bintang.

Hmmm…bisa mencium aromanya chay?

Setelah saat itu kita tunaikan, dan saat itulah kita akan tertidur hangat. Saling memeluk erat dan ketika bangun kita berkaca dengan wajah kita sendiri.

“Pengorbanan bukan masalah apa dan kapan yang akan dikorbankan, bukan juga kata yang dekat dengan kematian, melainkan kata dengan hasil kenikmatan yang terbungkus proses dan ia tak tampak”

My sacrifices is yours!

Minggu, 12 Oktober 2008

Akhirnya....

Setelah sekian lama berjibaku dengan mental secara lahir dan batin
akhirnya aku memutuskan untuk menyudahinya...

Memilih yang terpilih..
Sebenarnya banyak proses yang sudah dilalui bersama, dari terangnya lampu malam
sambil melihat bintang (apalagi ditambah nyanyian kita berdua di teras atas)

Fase-fase itu tampak terlihat semakin dekat, semakin membuat hati gugup dan jantung
berpacu gerilya.

terima kasih chay atas segalanya, perhatiannya dikala aku sakit dan sehat.
kejutan di hari ultah..sarapan pagi yang penuh cinta...treatment hangat di kala
aku lelah, diskusi seperti seorang sahabat dekat yang sangat akrab, pandangan tentang
keluarga yang sudah menanti di depan.

Aku akan berusaha membimbing kita menuju yang terbaik...

Luv U

Selasa, 22 April 2008

Dari Chay : Pertemuan Kambali

Senin

Sekarang giliran aku ya dear….

Hhmmm…sebuah pertemuan kembali. Pertemuan yang pernah aku bayangkan walau dengan agak takut-takut. sebuah pertemuan yang membuat jeda waktu dua tahun dirangkum dalam satu malam. Malam yang biasa saja, tapi tidak dengan yang aku rasakan. Malam dengan rinai hujan yang mengalirkan penggalan-penggalan cerita, yang justru membuatku ingin tau cerita selanjutnya..selanjutnya…dan selanjutnya.

Beruntungnya aku karena masih dikasih kesempatan untuk mendapat kelanjutan cerita, tak peduli aku ingin atau tidak mendengarnya. Toh semua kisah tetap mengalirkan percabangan-percabangan baru yang nantinya akan terus menerus mengalirkan kisah2 baru yang lainnya. Yang tak akan pernah habis untuk dibincangkan di atas balkon, di bawah bintang, dan diantara hujan.

Buat sebagian orang, 2 taun mungkin bukan waktu yang begitu lama,tapi buat aku dan dia, dua tahun cukuplah untuk mendapat banyak sekali pelajaran yang nantinya semoga bikin kita jadi lebih baik lagi. Di rentang waktu ini mungkin ada beberapa hal yang akan terbawa dicerita2 selanjutnya. Pengalaman lama, orang-orang lama, cerita lama yang itu2 aja, yang rasanya agak aneh untuk diikutsertakan dalam perjalanan kali ini. Tapi, tak perlu menyalahkan karena disadari atau tidak, berkat mereka maka kita bisa berada di tahapan ini.

Terimakasih tiada terhinga untuk pemilik utuh segala cintaku, Tuhan.
Trima kasih karena Tuhan udah kasih aku hati, mengajarkan keiklasan, kesabaran, kebesaran hati, dan semangat, yang mengantarkan aku untuk bisa melihat senyum dan mungkin sedihnya, mendengar tawa dan mungkin tangisnya, merasakan kebahagiaan dan mungkin kepedihannya. Trima kasih karena Tuhan udah mengijinkan aku untuk merasakan sayang yang diberikan oleh seorang dia, merasakan ketenangan yang aku butuhkan, dan merasakan kekhawatirannya atas diriku.

Aku, akan merasa bahagia sekali jika suatu hari nanti aku bisa terus punya kesempatan untuk menemaninya saat ia menyelesaikan karya2nya, membuatkannya coklat hangat kesukaannya, saling mendengarkan tiap cerita, tertawa dan bernyanyi bersama, menepati janjiku untuk tidak membuatnya kecewa, mendapat rengkuhan saat aku sedih, dan menenangkan jiwanya saat dia lelah.

God, give me that chance, would You?

Somewhere out there,
if love can see us through,
then we'll be together, somewhere out there,
out where dreams come true.

Senin, 21 April 2008

Pertemuan Kembali

Minggu, 20 April 2008

Pada awalnya bingung juga mo nulis apa, berhubung ini blog tentang pemikiran dan perjalanan kita berdua, ya kita tulis apa adanya aja.syukur2 ada yang mau kasih input, kritikan dan sepoles tambahan biar blog ini makin berisi..

Aku tulis duluan ya chay.

Judul awalnya : Pertemuan Kembali

Pernah nggak sih ngalamin dejavu (kayak film matrix), dimana kejadian yang sama berulang kembali? Boleh dibilang aku sering mengalaminya, begitu sampai di peristiwa itu kita jadi mengira-ngira (“eh,kayaknya aku dah pernah deh kayak gini, abis gini trus ntar…”). Lucu memang, aneh juga iya. Seolah-olah kita dah tau apa yang akan terjadi, tapi itu kayak sebuah pilihan. Memilih ending. Klo gini, endingnya itu, klo gitu endingnya ini.

Hmmm, dejavu yang kita alami bisa jadi hasil dari sebuah mimpi kemudian bergabung dengan dunia nyata. Atau malah itu anugerah menurut sebagian orang. Seolah-olah kita bisa tau masa depan yang akan terjadi. Seperti cenayang yang berkeliaran belakang ini.

Tapi stop dengan dejavu, karena kita jadi sering mengira-ngira nanti.Klo kenyataan nggak seperti mimpi, jadi nggak siap ngehadapinnya.

Lebih enak klo kita ngomongin ttg sebuah pertemuan. Tepatnya pertemuan kembali.Setelah kita tak bertemu hampir 2 tahun, kita dipertemukan kembali dengan situasi, cinta, dan pemikiran yang berbeda. Pertemuan ini begitu berbeda, banyak cerita. Ada perjalanan tengah malam yang dihiasi hujan, konflik hati, kejujuran masa lalu (hal yang paling sulit dilakukan banyak orang), sandaran kursi balkon di waktu malam, kegiatan menyanyi bersama, suster cantik pagi hari di kala aku sakit, dan banyak lagi.

Aku sempat berpikir, bahkan sempat tersenyum bingung. Tuhan memang begitu Indah, penuh rahasia dan puncak dari Kebesaran di seluruh jagad raya ini. Aku bukan hanya ingin menjadi Imam untuk dirinya (bukan Imam Samudara lo) tapi hidup bersamanya hingga ada kata TUA di kebanyakan orang yang menilainya.

Pertemuan Kembali ini barulah sebuah awalan, banyak cerita yang akan tergores, tapi tak seperti luka melainkan sebuah tinta emas di kain kanvas. Yang kita berdua senantiasa menundukkan kepala seraya menengadahkan do’a. Ya, itulah yang kita punya selain selalu mengucapkan kata syukur setinggi-tingginya.

Pertemuan kembali ini, membuat hidup semakin ringan, semakin lengkap. Aku seolah-olah telah naik ke level berikutnya. Kali ini tidak sendirian lagi, Kali ini tidak ingin mengeluh lagi, Kali ini lebih bersyukur lagi, Kali ini sepertinya aku benar2 mendapatkan anugerah, mendapatkan buah dari do’a yang aku munajatkan dulu.

Terima kasih Tuhan atas hari ini, Engkau masih mempertemukan kami kembali